Langsung ke konten utama

Titah Jokowi ke Para Bupati: Ekonomi Kudu Jalan, Jangan Telat

 20 Oktober-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan perekonomian daerah terutama perdagangan, investasi, dan turisme harus segera digerakkan kembali di tengah perjuangan negeri ini melawan pandemi virus Covid-19 yang melanda Indonesia, dan dunia, sejak Maret 2020.

Di depan para bupati yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Jokowi menekankan pentingnya menggerakkan kembali perekonomian daerah, salah satunya dengan menggelar expo berkaitan dengan produk unggulan daerah-daerah di Tanah Air.

"Pertama-tama saya apresiasi inisiatif Apkasi untuk segera menggerakkan perekonomian daerah, antara lain lewat expo ini. Saya setuju perdagangan, turisme, investasi harus mulai digerakkan, jangan terlambat tetapi dengan catatan kesehatan tetap nomor satu," kata Jokowi saat membuka Apkasi Otonomi Expo Tahun 2021, di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu ini (20/10/2021).

Kepala Negara menegaskan perekonomian harus segera diaktifkan kembali tetapi dengan tetap waspada terhadap masalah kedisiplinan protokol kesehatan.

Vaksinasi, menurut Jokowi, harus cepat dilanjutkan. "Kemarin [Selasa, 19 Oktober] saya mendapatkan informasi kita sudah menyuntikkan 171 juta dosis ke rakyat kita dan target kita nanti sampai di akhir Desember akhir tahun itu minimal 270 juta dosis, jadi masih banyak sekali dalam 2 bulan lebih ini yang harus kita lakukan utamanya berkaitan dengan vaksinasi," tegas Jokowi.

"Dan saya menyampaikan terima kasih sebesar besarnya dukungan bapak ibu saudara bupati semuanya dalam pelaksanaan vaksinasi daerah," kata Jokowi.

Namun, mantan Gubernur DKI dan Wali Kota Solo ini menegaskan hal yang patut dicermati ialah kontrol di lapangan harus terus dilakukan apalagi dengan adanya sekolah tatap muka.

Tetapi perlu saya ingatkan karena ini sudah hampir semuanya sudah mulai dibuka, sekolah mulai pembelajaran tatap muka, kontrol lapangan harus terus dilakukan utamanya, sekarang ini berkaitan dengan pembelajaran tatap muka, betul-betul cek, bahwa kesiapan sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan, betul dijalankan karena mengelola anak-anak terutama yang SD ini bukan hal yang mudah," katanya.

"Satu dua mulai sudah ada yang terpapar lagi, sehingga semua daerah saya harapkan juga kewaspadaannya terhadap ini karena beberapa negara kemarin merangkak naik juga dimulai karena pembukaan sekolah dan kita tidak mau itu terjadi di negara kita. Cek juga kesiapan obat, kesiapan RS meski saya tau BOR-nya [Bed Occupancy Rate] sekarang sudah rendah semuanya."

Jokowi menegaskan ekonomi harus diaktifkan tetapi tetap siaga karena dunia penuh dengan ketidakpastian mengingat kompleksitas yang terjadi akibat pandemi yang mengglobal.

Sekali lagi kita harus mulai mengaktifkan ekonomi kita dan selalu siaga menghadapi semua hal yang tidak pasti, karena dunia global sekarang ini penuh dengan keragu-raguan, penuh dengan ketidakpastian, penuh dengan kompleksitas masalah yang sebelumnya tidak pernah terjadi."

"Akhir-akhir ini mulai terjadi di beberapa negara, di Eropa, di China krisis energi yang semuanya ga diduga. Tapi kita diuntungkan karena harga komoditas naik, saya kira daerah yang memiliki kelapa sawit, batu bara seneng semuanya. Yang memiliki nikel atau yang memiliki tembaga semuanya seneng karena ekonomi di daerah penghasil komoditas pasti akan merangkak naik, insyaallah akan merangkak," kata Jokowi.

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/news/20211020104329-4-285213/titah-jokowi-ke-para-bupati-ekonomi-kudu-jalan-jangan-telat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bisa contact saya di nomor berita

 29 Oktober- +62 813-5165-64337 ya online mulai 09:00 sampai jam 18:00 Nomor ini untuk mengirim saran untuk mengembangkan website ini: +62 813-5165-64337 jika tidak online berarti bot sedang gangguan ya.

Mau IPO, GoTo Group Dekati Investor Ritel di Bursa RI

 25 Oktober- Layanan uang elektronik yang dimiliki GoTo Group, GoPay   memberikan edukasi keuangan kepada kalangan investor ritel pasar modal generasi muda dengan bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kolaborasi tersebut diselenggarakan sebagai bagian menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) melalui program FinanSiap yang didesain untuk menjawab kebutuhan peningkatan literasi keuangan di tengah masyarakat. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terjadi kenaikan jumlah investor pasar modal dari 2.484.354 SID (single investor identification) pada tahun 2019 menjadi 3.880.753 SID pada akhir tahun 2020, dan bahkan mencapai angka 6.610.173 SID pada 15 Oktober 2021 lalu. Jumlah nomor tunggal investor atau SID ini termasuk investor saham, reksa dana dan investor obligasi. Sampai dengan September 2021, tercatat 59,23% dari total investor pasar modal merupakan kalangan anak muda di bawah usia 31 tahun. Namun demikian, hasil dari Survei Nasional Li...