Langsung ke konten utama

Pecinta Kripto Joget! Bitcoin Cetak Rekor ke Rp 928 Juta!

 20 Oktober-Setelah dinanti-nanti dalam beberapa hari terakhir, harga mata uang kripto Bitcoin akhirnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Rabu (20/10). Komentar dari investor legendaris, Paul Tudor Jones membuat harga bitcoin akhirnya melesat lagi.

Melansir data Refinitiv, bitcoin sempat melesat 3,4% ke US$ 66.318,49/koin atau lebih dari Rp 928 juta (kurs Rp 14.000/US$), melewati rekor sebelumnya US$ 64,899/BTC yang dicapai pada pertengahan April lalu.

Jones yang berbicara dalam acara "Squawk Box" CNBC International mengatakan ia lebih memilih mata uang kripto sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi ketimbang emas.

Bitcoin akan menjadi bagus untuk lindung nilai. Mata uang kripto akan bagus untuk lindung nilai. Ada tempat untuk kripto dan jelas saat ini lebih bak ketimbang emas... Saya juga berfikir kripto juga akan bagus untuk lindung nilai terhadap inflasi. Untuk saat ini, saya akan memilih kripto ketimbang emas," kata Jones.

Bitcoin selama ini memang digadang-gadang sebagai emas digital, meski menimbulkan banyak perdebatan. Pada tahun lalu kedua aset ini sama-sama melesat, tetapi di tahun ini beda ceritanya. Sepanjang tahun ini Bitcoin melesat lebih dari 127%, sementara emas justru melemah lebih dari 6%.

Padahal emas secara tradisional dianggap aset lindung nilai terhadap inflasi. Dan inflasi (berdasarkan personal consumption expenditure/PCE) di Amerika Serikat saat ini berada di level tertinggi dalam 3 dekade, begitu juga inflasi di negara-negara Eropa yang sedang tinggi.

Selain itu, mulai diperdagangkannya ETF berbasis bitcoin futures pada hari ini turut mengerek naik harga mata uang kripto paling populer dengan kapitalisasi pasar terbesar ini. ProShares Bitcoin Strategy ETF, yang mulai diperdagangkan Selasa kemarin mencatat kenaikan sekitar 5%.

Meski demikian, tidak semuanya analis tertarik dengan ETF ini, sebab berbasis futures bukan spot.

"Semakin banyak produk akan semakin bagus, tetapi saya tidak melihat menariknya berinvestasi di ETF berbasis bitcoin futures ketika anda bisa membeli aset di pasar spot," kata Jodie Gunzberg, direktur pelaksana di CoinDesk Indexes.

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20211020213246-17-285315/pecinta-kripto-joget-bitcoin-cetak-rekor-ke-rp-928-juta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bisa contact saya di nomor berita

 29 Oktober- +62 813-5165-64337 ya online mulai 09:00 sampai jam 18:00 Nomor ini untuk mengirim saran untuk mengembangkan website ini: +62 813-5165-64337 jika tidak online berarti bot sedang gangguan ya.

Mau IPO, GoTo Group Dekati Investor Ritel di Bursa RI

 25 Oktober- Layanan uang elektronik yang dimiliki GoTo Group, GoPay   memberikan edukasi keuangan kepada kalangan investor ritel pasar modal generasi muda dengan bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kolaborasi tersebut diselenggarakan sebagai bagian menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) melalui program FinanSiap yang didesain untuk menjawab kebutuhan peningkatan literasi keuangan di tengah masyarakat. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terjadi kenaikan jumlah investor pasar modal dari 2.484.354 SID (single investor identification) pada tahun 2019 menjadi 3.880.753 SID pada akhir tahun 2020, dan bahkan mencapai angka 6.610.173 SID pada 15 Oktober 2021 lalu. Jumlah nomor tunggal investor atau SID ini termasuk investor saham, reksa dana dan investor obligasi. Sampai dengan September 2021, tercatat 59,23% dari total investor pasar modal merupakan kalangan anak muda di bawah usia 31 tahun. Namun demikian, hasil dari Survei Nasional Li...