Langsung ke konten utama

Nyeri Hingga Demam, Ini Sederet Efek Samping Vaksin Pfizer

 24 Oktober-

Pemerintah Republik Indonesia terus menggencarkan vaksinasi Covid-19 di tanah air. Salah satu dari 10 jenis vaksin Covid-19 yang digunakan bermerek Pfizer.

Vaksin produksi Amerika Serikat (AS) berbasis m-RNA yang mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 14 Juli 2021, telah tersedia di beberapa titik lokasi vaksinasi.

Berdasarkan situs resmi Satgas Penanganan Covid-19, vaksin pfizer disuntikan dua kali dengan takaran 0,3 ml per dosis dan jangka waktu penyuntikan 21-28 hari. Tingkat efikasi vaksin pfizer juga terbilang tinggi. Untuk kelompok usia 12-15 tahun efikasinya mencapai 100% sedangkan untuk usia 16 tahun ke atas efikasinya sebesar 95.5 %.

Meski secara umum, tingkat keamanan vaksin pfizer dapat ditoleransi semua kelompor umur, ada beberapa temuan kejadan ikutan pasca imunisasi (KIPI) dengan vaksin tersebut. Berikut perinciannya:

Berdasarkan Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI):

Efek Lokal

Usia 12-15 Tahun
- Kemerahan: 78,9 %
- Sakit di tempat suntikan: 5%
- Bengkak: 4,9%

Usia 18-55 Tahun
- Kemerahan: 5,9 %
- Sakit di tempat suntikan: 77,8%
- Bengkak: 6,3%

Usia di atas 55 Tahun
- Kemerahan: 7,2 %
- Sakit di tempat suntikan: 66,1%
- Bengkak: 7,5%

Efek Sistemik

Usia 12-15 Tahun
- Lelah: 55,2%
- Sakit Kepala: 64,5%
- Nyeri Otot: 32,4%
- Menggigil: 41,5%
- Diare: 5,9%
- Nyeri Sendi: 15,8%
- Demam: 19,6%
- Muntah: 2,6%

Usia 18-55 Tahun
⁻ Lelah: 59,4%
⁻ Sakit Kepala: 51,7%
⁻ Nyeri Otot: 37,3%
⁻ Menggigil: 35,1%
⁻ Diare: 10,4%
⁻ Nyeri Sendi: 21,9%
⁻ Demam: 15,8%
⁻ Muntah: 1,9%

Usia di atas 55 Tahun
- Lelah: 50,5%
- Sakit Kepala: 29%
- Nyeri Otot: 28,7%

- Menggigil: 22,7%
- Diare: 8,3%
- Nyeri Sendi: 18,9%
- Demam: 10,9%
- Muntah: 0,7%

Berdasarkan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), berikut beberapa efek samping dari vaksin Pfizer:

Reaksi Lokal (di area Suntikan)
1. Sakit atau Nyeri
2. Bengkak
3. Kemerahan

Reaksi Sistemik
1. Kelelahan
2. Sakit Kepala
3. Nyeri Otot
4. Menggigil
5. Diare
6. Nyeri Sendi
7. Demam
8. Muntah.

Berdasarkan keterangan BPOM, berikut beberapa efek samping vaksin Pfizer yang ditemukan dalam proses uji klinis fase 3. Hal itu disampaikan bersamaan dengan konferensi pers penerbitan EUA 15 Juli 2021 lalu

1. Nyeri pada tempat suntikan
2. Kelelahan
3. Sakit kepala
4. Nyeri otot
5. Menggigil
6. Nyeri sendi
7. Demam.

Baca juga ini: https://beritaindoya.blogspot.com/2021/10/kabar-baik-bunga-pinjol-legal-turun-50.html?m=1

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20211024161207-37-286129/nyeri-hingga-demam-ini-sederet-efek-samping-vaksin-pfizer

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bisa contact saya di nomor berita

 29 Oktober- +62 813-5165-64337 ya online mulai 09:00 sampai jam 18:00 Nomor ini untuk mengirim saran untuk mengembangkan website ini: +62 813-5165-64337 jika tidak online berarti bot sedang gangguan ya.

Mau IPO, GoTo Group Dekati Investor Ritel di Bursa RI

 25 Oktober- Layanan uang elektronik yang dimiliki GoTo Group, GoPay   memberikan edukasi keuangan kepada kalangan investor ritel pasar modal generasi muda dengan bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kolaborasi tersebut diselenggarakan sebagai bagian menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) melalui program FinanSiap yang didesain untuk menjawab kebutuhan peningkatan literasi keuangan di tengah masyarakat. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terjadi kenaikan jumlah investor pasar modal dari 2.484.354 SID (single investor identification) pada tahun 2019 menjadi 3.880.753 SID pada akhir tahun 2020, dan bahkan mencapai angka 6.610.173 SID pada 15 Oktober 2021 lalu. Jumlah nomor tunggal investor atau SID ini termasuk investor saham, reksa dana dan investor obligasi. Sampai dengan September 2021, tercatat 59,23% dari total investor pasar modal merupakan kalangan anak muda di bawah usia 31 tahun. Namun demikian, hasil dari Survei Nasional Li...