Langsung ke konten utama

Jadi Anak Usaha PLN, PT EMI Diberi Target Omzet Rp 13 T

 22 Oktober-PT PLN (Persero) meresmikan anak usaha barunya, PT Energy Management Indonesia/EMI dan ditargetkan perseroan bisa meraup pendapatan hingga Rp 8 triliun pada 2025.

Lebih tinggi lagi, pada 2030, manajemen PLN menargetkan EMI bisa mengantongi pendapatan mencapai Rp 13 triliun.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, mengatakan peningkatan kinerja ini sejalan dengan upaya transformasi yang akan dilakukan EMI. Perusahaan ini juga ditargetkan untuk bisa menjadi energy service company se-Asia Tenggara.

"Dengan keberhasilan transformasi EMI di waktu yang akan datang sebagai leading ESCO (energy service company) serta asumsi dukungan penuh dari segenap stakeholders maka diproyeksikan pada tahun 2025 EMI akan mencapai pendapatan sebesar Rp 8 triliun atau secara kumulatif ke depan sebesar Rp 13 triliun dengan estimasi EBIT [earning before interest, tax] sebesar Rp 825 miliar atau setara akumulatif lima tahun ke depan sebesar Rp 1 triliun," kata Zulkifli dalam launching PT EMI ke dalam PLN Group secara virtual, Jumat (22/10/2021).

Dia mengatakan, EMI akan berkontribusi menurunkan 3,29 juta ton CO2 dan juga berkontribusi pada dekarbonisasi 4,19 juta ton di luar PLN.

Sejalan dengan target PLN untuk untuk melakukan dekarbonisasi sebesar 117 juta ton sampai dengan 2025.

Upaya ini dilakukan PLN dengan berkomitmen untuk membangun pembangkit energi terbarukan (EBT) dengan target 5 gigawatt (GW), peningkatan biomassa co-firing pada PLTU dengan target 1,8 GW pada 2025, dan penggantian pembangkit diesel dengan EBT dengan target 0,6 GW.

Untuk diketahui, EMI sebelumnya merupakan perusahaan BUMN yang secara eksklusif berperan sebagai agen konservasi energi dan pengembangan energi baru terbarukan.

EMI kemudian resmi menjadi anak usaha PLN setelah dialihkannya seluruh saham Seri B Negara perseroan ke PLN yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2021.

EMI menjalan bisnis dalam penyediaan energi berwawasan lingkungan serta memberikan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

Bisnis yang dijalankan EMI antara lain Energy Efficiency and Conservation (EEC) Engineering and Implementation, New & Renewable Energy Utilization, dan EEC Power Solutions.

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20211022122801-17-285785/jadi-anak-usaha-pln-pt-emi-diberi-target-omzet-rp-13-t


Komentar

Postingan populer dari blog ini

bisa contact saya di nomor berita

 29 Oktober- +62 813-5165-64337 ya online mulai 09:00 sampai jam 18:00 Nomor ini untuk mengirim saran untuk mengembangkan website ini: +62 813-5165-64337 jika tidak online berarti bot sedang gangguan ya.

Mau IPO, GoTo Group Dekati Investor Ritel di Bursa RI

 25 Oktober- Layanan uang elektronik yang dimiliki GoTo Group, GoPay   memberikan edukasi keuangan kepada kalangan investor ritel pasar modal generasi muda dengan bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kolaborasi tersebut diselenggarakan sebagai bagian menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) melalui program FinanSiap yang didesain untuk menjawab kebutuhan peningkatan literasi keuangan di tengah masyarakat. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terjadi kenaikan jumlah investor pasar modal dari 2.484.354 SID (single investor identification) pada tahun 2019 menjadi 3.880.753 SID pada akhir tahun 2020, dan bahkan mencapai angka 6.610.173 SID pada 15 Oktober 2021 lalu. Jumlah nomor tunggal investor atau SID ini termasuk investor saham, reksa dana dan investor obligasi. Sampai dengan September 2021, tercatat 59,23% dari total investor pasar modal merupakan kalangan anak muda di bawah usia 31 tahun. Namun demikian, hasil dari Survei Nasional Li...