Langsung ke konten utama

Harga Emas Antam Bisa Sejuta Lagi? Ngimpi...

 23 Oktober-Harga emas Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Persero) Tbk hari ini naik. Namun untuk menembus Rp 1 juta/gram sepertinya masih jauh panggang dari api.

Pada Sabtu (23/10/2021), harga Logam Mula berada di Rp 928.000/gram. Naik Rp 3.000 dari hari sebelumnya.

Sementara harga pembelian kembali (buyback) adalah Rp 815.000/gram. Naik Rp 4.000 dibandingkan kemarin.

Harga Logam Mulia Antam akan bergerak seiring dinamika harga emas dunia. Bulan ini, harga emas dunia 'diramal' mendatar saja.

"Harga emas turun 3% bulan lalu, dan untuk Oktober 2021 sepertinya akan bergerak mendatar. Harga emas akan tertahan oleh tren penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran normalisasi kebijakan moneter yang dipercepat," tulis Shrea Paul, Analis Refinitiv, dalam risetnya.

Ke depan, lanjut Paul, nasib harga emas akan ditentukan oleh arah kebijakan moneter, terutama di AS. Apabila sinyal pengurangan 'dosis' pembelian aset atau tapering oleh The Federal Reserve/The Fed semakin kuat, maka dolar AS akan semakin perkasa dan menekan harga emas.

Namun ada perkembangan baru yang juga akan mempengaruhi harga emas, yakni krisis energi di berbagai negara. Mahalnya harga komoditas energi akan menyebabkan percepatan laju inflasi.

Saat inflasi semakin tinggi, emas akan diuntungkan. Sebab, emas adalah aset yang 'kebal' terhadap gerusan inflasi sehingga cenderung menjadi pilihan pelaku pasar.

Untuk bulan ini, Paul memperkirakan level support harga emas berada di kisaran US$ 1.680-1.635/troy ons. Sedangkan level resistance berada di rentang US$ 1.795-1.833/troy ons.

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/investment/20211023083005-21-285989/harga-emas-antam-bisa-sejuta-lagi-ngimpi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bisa contact saya di nomor berita

 29 Oktober- +62 813-5165-64337 ya online mulai 09:00 sampai jam 18:00 Nomor ini untuk mengirim saran untuk mengembangkan website ini: +62 813-5165-64337 jika tidak online berarti bot sedang gangguan ya.

Mau IPO, GoTo Group Dekati Investor Ritel di Bursa RI

 25 Oktober- Layanan uang elektronik yang dimiliki GoTo Group, GoPay   memberikan edukasi keuangan kepada kalangan investor ritel pasar modal generasi muda dengan bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kolaborasi tersebut diselenggarakan sebagai bagian menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) melalui program FinanSiap yang didesain untuk menjawab kebutuhan peningkatan literasi keuangan di tengah masyarakat. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terjadi kenaikan jumlah investor pasar modal dari 2.484.354 SID (single investor identification) pada tahun 2019 menjadi 3.880.753 SID pada akhir tahun 2020, dan bahkan mencapai angka 6.610.173 SID pada 15 Oktober 2021 lalu. Jumlah nomor tunggal investor atau SID ini termasuk investor saham, reksa dana dan investor obligasi. Sampai dengan September 2021, tercatat 59,23% dari total investor pasar modal merupakan kalangan anak muda di bawah usia 31 tahun. Namun demikian, hasil dari Survei Nasional Li...