Langsung ke konten utama

Crane Terguling di Depok, Ada Kemungkinan Jumlah Tersangka Bertambah

Berita terkini.com crane terguling

DEPOK BERITA TERKINI.COM=“Penyelidikan masih terus berlangsung. Untuk update tersangka belum ada, masih satu orang ya (operator crane),” jelas Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno saat dikonfirmasi awak media, Senin (18/10/2021).

Lebih lanjut Yogen mengatakan jumlah saksi yang diperiksa pun belum bertambah, yakni masih empat orang. Masih sama (jumlah saksi). Baru kita kirim panggilan buat (saksi) yang lain,” tuturnya.

Sebelumnya Yogen menyebutkan, meski jumlah tersangka yang ditetapkan baru satu orang, tidak menutup kemungkinan adanya penambahan jumlah tersangka setelah pemeriksaan dari tim Pusat Laboraorium Forensik Mabes Polri keluar. Nanti kalau ada hasil dari Labfor beberapa hari ke depan, kemungkinan (muncul) petunjuk misalnya tersangka lain, (maka) akan diupayakan lagi. Yang jelas tadi malam satu tersangka ditetapkan," ungkapnya.” ujar Yogen, Sabtu (16/10/2021). Diberitakan sebelumnya, musibah crane terguling dan menimpa rumah warga terjadi pada Jumat (15/1/2021) pukul 09.15 WIB. Terdapat tiga orang luka serius akibat terkena reruntuhan tembok.

Satu di antara korban tersebut adalah Jasmine, anak 12 tahun yang tertimpa beton saat sedang belajar daring di dalam kamar. Beruntung Jasmine dan kedua korban lainnya selamat. Proses evakuasi Jasmine berlangsung dramatis sejak pagi hingga siang hari.


Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/10/18/16573601/crane-terguling-di-depok-ada-kemungkinan-jumlah-tersangka-bertambah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bisa contact saya di nomor berita

 29 Oktober- +62 813-5165-64337 ya online mulai 09:00 sampai jam 18:00 Nomor ini untuk mengirim saran untuk mengembangkan website ini: +62 813-5165-64337 jika tidak online berarti bot sedang gangguan ya.

Mau IPO, GoTo Group Dekati Investor Ritel di Bursa RI

 25 Oktober- Layanan uang elektronik yang dimiliki GoTo Group, GoPay   memberikan edukasi keuangan kepada kalangan investor ritel pasar modal generasi muda dengan bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kolaborasi tersebut diselenggarakan sebagai bagian menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) melalui program FinanSiap yang didesain untuk menjawab kebutuhan peningkatan literasi keuangan di tengah masyarakat. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terjadi kenaikan jumlah investor pasar modal dari 2.484.354 SID (single investor identification) pada tahun 2019 menjadi 3.880.753 SID pada akhir tahun 2020, dan bahkan mencapai angka 6.610.173 SID pada 15 Oktober 2021 lalu. Jumlah nomor tunggal investor atau SID ini termasuk investor saham, reksa dana dan investor obligasi. Sampai dengan September 2021, tercatat 59,23% dari total investor pasar modal merupakan kalangan anak muda di bawah usia 31 tahun. Namun demikian, hasil dari Survei Nasional Li...