Langsung ke konten utama

Capaian Vaksinasi Lansia Kurang 1 Persen, Kota Madiun Masih PPKM Level 2

 Pemerintah pusat menetapkan Kota Madiun masih berada di level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 1 November 2021.

Capaian vaksinasi lansia yang belum menyentuh angka 60 persen, menjadi salah satu penyebab kota pecel belum turun ke level satu.

“Kenapa kita masih di level dua. Karena capaian vaksinasi lansia kita kurang satu persen. Kalau syarat yang lain sudah memenuhi semua,” ujar Wali Kota Madiun, Maidi, Selasa (19/10/2021).

Maidi menuturkan, syarat untuk masuk PPKM level satu, capaian vaksinasi bagi lansia minimal harus 60 persen.

Sementara sampai saat ini, posisi capaian vaksinasi bagi lansia di kota pecel baru 59 persen.

Untuk mengejar kekurangan satu persen capaian vaksinasi lansia, Maidi menginstruksikan tenaga kesehatan masif melakukan vaksinasi dari rumah ke rumah.

Hanya saja, demikian Maidi, petugas kesehatan menemui kendala. Masih banyak ditemukan lansia dalam kondisi sakit saat hendak disuntik vaksin covid-19.


Tak hanya itu, banyak lansia yang memiliki penyakit penyerta. Sehingga saat diskrining, lansia itu belum bisa divaksin covid-19.


“Kalau lansia sakit masak mau kita vaksin. Kita harus menunggu mereka sembuh baru divaksin,” ungkap Maidi.

Maidi menambahkan, tetap akan memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk mendapatkan vaksin asalkan berwarga negara Indonesia.

“Siapa yang mau vaksin di sini asalkan warga negara Indonesia semuanya saya terima. Semua kita terima. Walaupun persentase capaian vaksin kita sudah tinggi tetap kita terima,” ungkap Maidi. 



Sumber: https://regional.kompas.com/read/2021/10/19/210616278/capaian-vaksinasi-lansia-kurang-1-persen-kota-madiun-masih-ppkm-level-2?page=all#page2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bisa contact saya di nomor berita

 29 Oktober- +62 813-5165-64337 ya online mulai 09:00 sampai jam 18:00 Nomor ini untuk mengirim saran untuk mengembangkan website ini: +62 813-5165-64337 jika tidak online berarti bot sedang gangguan ya.

Mau IPO, GoTo Group Dekati Investor Ritel di Bursa RI

 25 Oktober- Layanan uang elektronik yang dimiliki GoTo Group, GoPay   memberikan edukasi keuangan kepada kalangan investor ritel pasar modal generasi muda dengan bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kolaborasi tersebut diselenggarakan sebagai bagian menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) melalui program FinanSiap yang didesain untuk menjawab kebutuhan peningkatan literasi keuangan di tengah masyarakat. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terjadi kenaikan jumlah investor pasar modal dari 2.484.354 SID (single investor identification) pada tahun 2019 menjadi 3.880.753 SID pada akhir tahun 2020, dan bahkan mencapai angka 6.610.173 SID pada 15 Oktober 2021 lalu. Jumlah nomor tunggal investor atau SID ini termasuk investor saham, reksa dana dan investor obligasi. Sampai dengan September 2021, tercatat 59,23% dari total investor pasar modal merupakan kalangan anak muda di bawah usia 31 tahun. Namun demikian, hasil dari Survei Nasional Li...