Langsung ke konten utama

Bilas Oli Mesin Usai Sepeda Motor Terendam Banjir

 20 Oktober-

Memasuki bulan Oktober, Indonesia mulai memasuki siklus musim penghujan kembali. Sejumlah daerah juga telah mengalami kenaikan curah hujan. Risiko banjir pun kembali datang.

Bagi pemilik sepeda motor, ada baiknya untuk segera melakukan penggantian oli mesin setelah motornya terendam banjir. Mengingat air yang bisa masuk ke ruang mesin lewat knalpot dan saluran udara, oli mesin berisiko terkontaminasi.

Jika kurang paham dalam melakukan pengecekan tersebut, dan untuk mengecek hal itu maka sebaiknya konsumen melakukan pengecekan di bengkel resmi," kata Herman kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Jika sudah terlanjur terkontaminasi air, mesin jadi tidak sehat. Jika dibiarkan tanpa dilakukan penggantian oli, komponen dalam mesin lama-lama bisa aus.

Apabila ingin mengganti oli sendiri, pastikan dilakukan dengan benar. Buang oli lama dan lakukan pembilasan agar oli yang sebelumnya tercampur dengan air bisa hilang dari mesin.

Pembilasan oli mesin pada sepeda motor prinsipnya sama dengan pembilasan mesin lain. Oli lama dikeluarkan, lalu tuangkan oli baru sesuai jenis yang akan digunakan. Nyalakan mesin sebentar dan buang oli pembilas.

Jika oli pembilas sudah dikeluarkan, barulah tuang oli baru pada mesin hingga sesuai dengan ketentuan oli yang dibutuhkan.

Sumber: https://otomotif.kompas.com/read/2021/10/20/111200015/bilas-oli-mesin-usai-sepeda-motor-terendam-banjir

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau IPO, GoTo Group Dekati Investor Ritel di Bursa RI

 25 Oktober- Layanan uang elektronik yang dimiliki GoTo Group, GoPay   memberikan edukasi keuangan kepada kalangan investor ritel pasar modal generasi muda dengan bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kolaborasi tersebut diselenggarakan sebagai bagian menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) melalui program FinanSiap yang didesain untuk menjawab kebutuhan peningkatan literasi keuangan di tengah masyarakat. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terjadi kenaikan jumlah investor pasar modal dari 2.484.354 SID (single investor identification) pada tahun 2019 menjadi 3.880.753 SID pada akhir tahun 2020, dan bahkan mencapai angka 6.610.173 SID pada 15 Oktober 2021 lalu. Jumlah nomor tunggal investor atau SID ini termasuk investor saham, reksa dana dan investor obligasi. Sampai dengan September 2021, tercatat 59,23% dari total investor pasar modal merupakan kalangan anak muda di bawah usia 31 tahun. Namun demikian, hasil dari Survei Nasional Li...