Langsung ke konten utama

Bahaya! Jam "Kiamat' Mendekati Titik Kehancuran Bumi

 24 Oktober-Jam "Kiamat" atau Doomsday Clock berada di 100 detik menuju tengah malam. Adanya pandemi Covid-19 menjadi penyebab jam tersebut bergerak begitu dekat dengan kehancuran Bumi.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 telah merenggut nyawa lebih dari 4,5 juta orang di dunia, dan membuat sistem kesehatan dunia lumpuh. Hingga kini, total kasus Covid-19 mencapai 244,08 juta kasus di seluruh dunia.

Meski bernama Doomsday Clock, jam ini tidak ada kaitannya dengan kiamat akhir zaman. Jam ini menjadi pengingat aksi manusia yang merusak bumi dan membuat kehancuran.


Bulletin of the Atomic Scientist (BAS) menyebutkan bahwa pergerakan tersebut terjadi karena lambannya respons para pemimpin dunia atas Covid-19.

"Pandemi mengungkapkan betapa tidak siap dan tidak maunya negara-negara serta sistem internasional menangani keadaan darurat global dengan benar," kata para ilmuwan itu, dikutip ABCnews, Jumat (22/10/2021).

"Dalam masa krisis yang sebenarnya itu, para pemerintah terlalu sering melepaskan tanggung jawab, mengabaikan nasihat ilmuwan, tidak bekerja sama atau berkomunikasi secara efektif dan akibatnya gagal untuk melindungi kesehatan serta kesejahteraan warganya," lanjutnya.

Perlu diketahui, Doomsday Clock pertama kali dibuat pada 1947 oleh BAS yang didirikan oleh Albert Einstein dan mahasiswa Universitas Chicago. Saat itu, jam diatur tujuh menit sebelum tengah malam.

Seiring berjalan waktu, jam itu beberapa kali mendekat ataupun menjauh dari tengah malam atau "kiamat". Jam paling lama adalah 17 menit dari tengah malam pada 1991.

Ketika Itu, Presiden Amerika Serikat (AS) George Bush dan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev mengumumkan pengurangan persenjataan nuklir di masing-masing negara.

Ada banyak masalah di dunia ini yang menjadi perhitungan Doomsday Clock. Misalnya, bahaya nuklir dan perubahan iklim, serta disinformasi dunia maya serta teori konspirasi yang bisa membuat perang nuklir.

"Ancaman eksistensial senjata nuklir dan perubahan iklim telah meningkat beberapa tahun terakhir karena pengganda ancaman; korupsi terus menerus dari ekosfer informasi di mana pembuat keputusan publik bergantung," paparnya.

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20211024092257-37-286090/bahaya-jam-kiamat-mendekati-titik-kehancuran-bumi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bisa contact saya di nomor berita

 29 Oktober- +62 813-5165-64337 ya online mulai 09:00 sampai jam 18:00 Nomor ini untuk mengirim saran untuk mengembangkan website ini: +62 813-5165-64337 jika tidak online berarti bot sedang gangguan ya.

Mau IPO, GoTo Group Dekati Investor Ritel di Bursa RI

 25 Oktober- Layanan uang elektronik yang dimiliki GoTo Group, GoPay   memberikan edukasi keuangan kepada kalangan investor ritel pasar modal generasi muda dengan bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kolaborasi tersebut diselenggarakan sebagai bagian menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) melalui program FinanSiap yang didesain untuk menjawab kebutuhan peningkatan literasi keuangan di tengah masyarakat. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terjadi kenaikan jumlah investor pasar modal dari 2.484.354 SID (single investor identification) pada tahun 2019 menjadi 3.880.753 SID pada akhir tahun 2020, dan bahkan mencapai angka 6.610.173 SID pada 15 Oktober 2021 lalu. Jumlah nomor tunggal investor atau SID ini termasuk investor saham, reksa dana dan investor obligasi. Sampai dengan September 2021, tercatat 59,23% dari total investor pasar modal merupakan kalangan anak muda di bawah usia 31 tahun. Namun demikian, hasil dari Survei Nasional Li...