Langsung ke konten utama

Ada Tambahan Kasus Covid-19, BOR RS di Sumedang Tak Lagi 0 Persen

 22 Oktober-Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kembali terisi, Jumat (22/10/2021).

Sebelumnya, BOR rumah sakit di Sumedang sempat 0 persen selama dua hari, yaitu Rabu (20/10/2021) dan Kamis (21/10/2021).

Ketua Bidang Komunikasi Publik pada Satgas Covid-19 Kabupaten Sumedang Iwa Kuswaeri mengatakan, Sumedang kembali mencatatkan penambahan kasus harian Covid-19.

"Hari ini ada tambahan empat kasus konfirmasi Covid-19 baru di Sumedang," ujar Iwa kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat.

Iwa menuturkan, tambahan kasus ini terdiri dari dua orang berasal dari Kecamatan Cimalaka, satu orang dari Kecamatan Sumedang Utara, dan satu orang lainnya dari Kecamatan Rancakalong.

Iwa menyebutkan, dari total empat kasus konfirmasi Covid-19 baru ini, sebanyak satu orang bergejala sehingga harus menjalani perawatan intensif di RSUD Sumedang.


"Satu orang bergejala dan per hari ini sudah mulai dirawat di RSUD Sumedang. Untuk tiga orang lainnya tidak bergejala sehingga cukup melakukan isolasi mandiri," tutur Iwa.

Iwa menyebutkan, empat kasus baru ini merupakan kontak erat hasil tracingtracking dan treatment yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang.

"Keempat orang ini kontak erat hasil 3T yang dilakukan Dinkes. Bukan pelaku perjalanan," sebut Iwa.

Iwa mengatakan, dengan adanya pasien bergejala ini maka BOR di rumah sakit rujukan di Kabupaten Sumedang kembali terisi oleh satu orang atau sebesar 0,88 persen.

"Kami ingatkan kepada seluruh warga untuk tetap disiplin menjakankan prokes, karena Covid-19 masih ada di sekitar kita. Bagi yang belum disuntik vaksin kami sarankan tidak ragu mengikuti vaksinasi di wilayah kecamatannya masing-masing," kata Iwa.

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2021/10/22/190812678/ada-tambahan-kasus-covid-19-bor-rs-di-sumedang-tak-lagi-0-persen?page=all#page2



Komentar

Postingan populer dari blog ini

bisa contact saya di nomor berita

 29 Oktober- +62 813-5165-64337 ya online mulai 09:00 sampai jam 18:00 Nomor ini untuk mengirim saran untuk mengembangkan website ini: +62 813-5165-64337 jika tidak online berarti bot sedang gangguan ya.

Mau IPO, GoTo Group Dekati Investor Ritel di Bursa RI

 25 Oktober- Layanan uang elektronik yang dimiliki GoTo Group, GoPay   memberikan edukasi keuangan kepada kalangan investor ritel pasar modal generasi muda dengan bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kolaborasi tersebut diselenggarakan sebagai bagian menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) melalui program FinanSiap yang didesain untuk menjawab kebutuhan peningkatan literasi keuangan di tengah masyarakat. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terjadi kenaikan jumlah investor pasar modal dari 2.484.354 SID (single investor identification) pada tahun 2019 menjadi 3.880.753 SID pada akhir tahun 2020, dan bahkan mencapai angka 6.610.173 SID pada 15 Oktober 2021 lalu. Jumlah nomor tunggal investor atau SID ini termasuk investor saham, reksa dana dan investor obligasi. Sampai dengan September 2021, tercatat 59,23% dari total investor pasar modal merupakan kalangan anak muda di bawah usia 31 tahun. Namun demikian, hasil dari Survei Nasional Li...