Langsung ke konten utama

50 Ribu Perhiasan Seharga Rp4,9 Triliun Cetak Rekor Dunia

 50 Ribu Perhiasan Seharga Rp4,9 Triliun Cetak Rekor Dunia-Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan perhiasan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab berhasil mencetak rekor dunia. Perusahaan Salem Al Shueibi Jewellery ini memecahkan rekor dunia untuk pajangan atau koleksi perhiasan terbanyak di dunia versi Guinness World Records.

Perusahaan ini memajang 50 ribu perhiasan di pameran jam tangan dan perhiasan di Sharjah Expo Centre. Total 50 ribu perhiasan itu memiliki nilai 1,3 miliar dhs atau sekitar Rp4,9 triliun.

Perhiasan-perhiasan itu dipajang dalam lemari kaca yang disusun panjang berjejer. Pengunjung bisa melihat dan membeli perhiasan yang berkilauan itu selama pameran berlangsung pada 5-9 Oktober lalu.

Sebanyak 50 ribu perhiasan tersebut berasal dari koleksi perusahaan yang sudah didirikan sejak 1974 di Abu Dhabi.

Beragam perhiasan mulai dari kalung, gelang, anting, cincin, hingga bros ditata dengan rapi. Perhiasan-perhiasan ini terbuat dari emas dan berlian.

Koleksi emas dan berlian Salem Al Shueibi Jewellery terkenal dengan desain yang detail dan rumit. Selain itu, berlian disusun dengan warna-warna yang berani.

Aneka jam tangan mewah dan parfum juga ditampilkan.

Perusahaan mengaku sudah menyiapkan koleksi tersebut untuk mencetak rekor dunia.

"Kami meluncurkan slogan 50-50-50 pada bulan Juni, 50 tahun [UEA], pencapaian dan ketekunan dengan kepemimpinan dan pikiran cerdas kami. 50 tahun warisan yang dibuat oleh Yayasan Salem Al Shueibi untuk perhiasan; dan 50 ribu keping perhiasan dikumpulkan di satu tempat untuk mencapai Guinness World Records," kata pendiri perusahaan perhiasan tersebut Salem Al Shueibi, dikutip dari situs Guinness World Records.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20211019095215-277-709513/50-ribu-perhiasan-seharga-rp49-triliun-cetak-rekor-dunia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bisa contact saya di nomor berita

 29 Oktober- +62 813-5165-64337 ya online mulai 09:00 sampai jam 18:00 Nomor ini untuk mengirim saran untuk mengembangkan website ini: +62 813-5165-64337 jika tidak online berarti bot sedang gangguan ya.

Mau IPO, GoTo Group Dekati Investor Ritel di Bursa RI

 25 Oktober- Layanan uang elektronik yang dimiliki GoTo Group, GoPay   memberikan edukasi keuangan kepada kalangan investor ritel pasar modal generasi muda dengan bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Kolaborasi tersebut diselenggarakan sebagai bagian menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) melalui program FinanSiap yang didesain untuk menjawab kebutuhan peningkatan literasi keuangan di tengah masyarakat. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terjadi kenaikan jumlah investor pasar modal dari 2.484.354 SID (single investor identification) pada tahun 2019 menjadi 3.880.753 SID pada akhir tahun 2020, dan bahkan mencapai angka 6.610.173 SID pada 15 Oktober 2021 lalu. Jumlah nomor tunggal investor atau SID ini termasuk investor saham, reksa dana dan investor obligasi. Sampai dengan September 2021, tercatat 59,23% dari total investor pasar modal merupakan kalangan anak muda di bawah usia 31 tahun. Namun demikian, hasil dari Survei Nasional Li...